Obat Tidur Itu Bernama Agama

Nazie Anaz | 15.55 |
Bertahun-tahun yang lalu ilmu pengetahuan belum mampu menjelaskan kenapa seseorang bisa sakit, sekarang berbagai jenis anti virus serta segala jenis antibiotik mencegah kita terkena infeksi kuman. Bertahun-tahun yang lalu agama memunculkan diri untuk menawarkan penjelasan. Bahwa orang sakit itu karena kutukan, karena dosa, karena durhaka, karena cobaan Tuhan, dan seterusnya. Bahkan sekarang masih ada orang yang mengatakan kalau gempa disebabkan dosa.


Sekarang ini ilmu pengetahuan telah banyak mengeliminasi sebagian besar pertanyaan yang dulunya coba dijawab oleh agama lewat dongeng dan fiksi. Perkembanganya semakin memperjelas bahwa penjelasan-penjelasan dari agama ternyata semakin memperjelas bahwa agama tak lebih hanyalah berisi tentang cerita fiksi pengisi ruangan kosong dari ilmu pengetauan.

Mengapa bisa begitu.? Karena ilmu pengetahuan memang telah banyak berhasil menyelamatkan hidup kita dari dulu. Apabila anda sedang sakit panu, lalu anda bacakan ayat-ayat dan do'a sampai satu truk, saya yakin tidak akan sembuh kalu anda tidak mengobatinya dengan obat panu.

Begitu juga dulu, sebelum ilmu pengetahuan menjelaskan apa itu petir, agama mengatakan bahwa itu adalah amarah Tuhan. Sebelum ilmu pengetahuan menjelaskan apa itu tsunami, agama mengatakan itu adalah cobaan Tuhan.

Itulah manfaat Agama selama ini. Agama menjadi pelarian atas kebodohan manusia.



Postingan yang Bersenggama



Comments
5 Comments

5 komentar :

  1. alhamdulillah ya anda masih hidup, Allah tidak memerintahkan jantung anda berhenti berdetak, hati anda menyaring racun, dan darah masih tetap mengalirkan oksigen dan sari2 makanan, meski anda telah menghinakan agama, meski anda tak menyebut secara eksplisit agama apa tp saya sbg org yg waras dan beragama merasa kasihan sekali dengan anda, tak merasakan indahnya agama.

    BalasHapus
  2. Mungkin anda bisa sebutkan mana kalimat saya yang menghinakan agama??
    Coba di baca sekali lagi artikel di atas dengan nalar....
    dan sedikit redam amarah anda ya gan...

    BalasHapus
  3. Nah orang yang kayak gini ini yang mengartikan agama secara "dangkal". Mas, agama itu gak melulu soal ritual, agama juga gak melulu soal "mystic", soal sesuatu yang gaib, seperti yang mas ekspresikan pada tulisan di atas. Maaf ya, saya sendiri juga belum merasa ahli agama, tetapi di dalam agama saya justru ilmu pengetahuan itu sudah tertulis dalam kitabnya, hanya kita saja yang belum mampu menelaah arti/maksudnya, tentu karena keterbatasan manusia itu sendiri.
    Omongan anda ini menyiratkan anda ga percaya adanya Tuhan. Ilmu agama lah yang akhirnya bisa menjelaskan ilmu pengetahuan, bukan sebaliknya. Kalopun di dunia ini ada fenomena-fenomena yang bagi manusia tidak jelas ilmunya, itu semata karena kerterbatasan manusia itu sendiri.

    BalasHapus
  4. Nih baca:

    https://www.facebook.com/photo.php?fbid=195632927221798&set=a.144020829049675.28605.100003252762596&type=1

    Kalo gabisa bahasa Inggris, buka kamus dulu sono.

    BalasHapus
  5. Maaf mas anu (coba saja anda tuliskan nama anda, mungkin saya bisa memanggil nama anda dengan lebih akrab untuk berdiskusi)..Saya juga masih perlu banyak belajar...
    Manusia penuh dengan keterbatasan itu saya sangat memahami...akan tetapi bila ilmu pengetahuan yang terkuak oleh manusia, lalu menjadi klaim-klaim dari agama, itu yang saya tidak bisa mengerti..

    BalasHapus

Silahkan tulis komentar atau sumpah serapah anda disini.
Belum tahu cara berkomentar? klik saja DISINI