Mengapa Saya Berhenti Berdo'a Pada Tuhan

Nazie Anaz | 06.21 |
Pada saat itu permasalahan datang pada saya, lalu kemudian saya segera bergegas mengambil air wudhu' lalu menengadahkan tangan dan berdo'a.....

Mulailah saya mengawali do'a saya. "Dengan menyebut namaMu ya Tuhan........." tapi saya terhenti sejenak dan berfikir, "mengapa nama Tuhan saya panggil-panggil,? memangnya Tuhan tidak mendengar saya,? bukankah Tuhan maha Mendengar,!!" Sejak saat itu saya berhenti memanggil-manggil nama Tuhan.


Saya coba melanjutkan do'a saya. "HambaMu ini sedang mendapatkan permasalahan ya Tuhan............" sejenak do'a saya terhenti lagi, "mengapa saya mesti menceritakan masalah saya pada Tuhan,? bukankah Tuhan maha Mengetahui,? tentunya Tuhan sudah tahu apa yang telah terjadi pada saya". Sejak saat itu saya berhenti mengeluh pada Tuhan.

Tapi saya masih coba melanjutkan. "Tolonglah hambaMu ini Tuhan............." lagi-lagi do'a saya terhenti, saya berfikir, "ahh...mengapa saya mesti meminta-minta pada Tuhan, bukankah Tuhan maha Bijaksana, tentunya Dia sudah tahu siapa-siapa saja hambanya yang sedang mendapatkan permasalahan, dan tentu saja tanpa diminta Tuhan sudah tahu apa yang harus Dia lakukan". Sejak saat itu juga saya berhenti meminta-minta pada Tuhan.

Saya kira, bukankah hanya dengan menengadahkan tangan dan berdo'a, permasalahan saya akan tetap saja bila saya sendiri tidak berusaha menyelesaikanya. Apakah Tuhan akan melunasi permasalahan hutang saya? Apakah Tuhan akan memperbaiki komputer saya yang rusak? Apakah Tuhan akan turun untuk menyuntik saya agar sakit saya sembuh?

Sejak pada saat itu ketika permasalahan datang, saya hanya berusaha menyelesaikanya. Ketika saya sakit, saya hanya berusaha memeriksakanya dan segera meminum obat, tidak lagi dengan do'a. Ketika saya sedang terlilit dengan masalah hutang, saya berusaha bekerja keras untuk melunasinya, tidak lagi dengan do'a. Ketika komputer saya rusak, saya hanya berusaha memperbaiki kerusakanya, tidak lagi dengan do'a.

Sejak saat itulah saya berhenti untuk berdo'a pada Tuhan.


Postingan yang Bersenggama



Comments
5 Comments

5 komentar :

  1. nauzu billahi min zalik..

    BalasHapus
  2. Apakah ada sesuatu mas/mbak Anonim..??

    BalasHapus
  3. Doa itu sederhananya harap dan cemas dan sifat harap-cemas ini pasti ada pada saya sbgai hyumen. klw saya sudh tdk ada harap-cemas begini,sy tidak cukup bukti bhw sy adlh hyumen. Saya hyumen, apa buktinya? ya harap-cemas ini-lah buktinya. Disamping jasad dan ruhani.
    Alloh firman-kan di dunia ada miskin,kaya,sakit,kekurangan buah2-an dll, itu yg akan menyeleksi mana2 yg Islam-Iman, mn2 yg tidak Islam-Iman. Sing Islam-iman yo wes jelas kmana tempat kembalinya begitu juga sebaliknya.Dunyo ki mampir ngombe, sm kyk aku mampir sekedar minum kopi di warung pinggir jalan sembari menunggu bus berjalan kembali melanjutkan perjalanan. telah banyak bukti bahwa alam akhir ada, di jakarta banyak penggusuran dan banyak makam yang di gusur dan banyak jenazah juga yang masih utuh padahal telah puluhan tahun terpendam. Siapa yang kuoso membuat seperti itu.....

    BalasHapus
  4. pak Kyai menganjurkan kito untuk berdoa, seandai honda tdk mau mengikuti apa yg di perintahkan manusia, di injek rem malah loncat, di perintah belok ke kiri malah tdk mau belok, diperintah mbonceng ibu2 gemuk, itu honda malah ambruk dll, maka itu honda akan di masukkan ke rongsokan besi tua lantas di giling. Begitu juga uwong, nek uwong emoh mengikuti aturane sang penciptane inggih meniko gusti Alloh, niku uwong bakal di giling. Astgf. laahaula..

    BalasHapus
  5. Termakasih atas nasehatnya mas brow...

    BalasHapus

Silahkan tulis komentar atau sumpah serapah anda disini.
Belum tahu cara berkomentar? klik saja DISINI