Manusia-lah Yang Menciptakan Tuhan

Nazie Anaz | 17.06 |

Manusia beragama mengaku menyembah Tuhan. Mereka menengadah ke langit. Merewang ke dunia lain, ke dunia imajiner ciptaan mereka sendiri.

Ketika kepala mereka membentur tembok, mereka berkata:
“Aduh … Tuhan menguji saya”

Ketika mereka jatuh sakit, mereka berkata:
“Hmm … Tuhan masih sayang pada saya. Dia masih menguji kesabaran saya”
Walaupun mereka sakit karena kelalaian mereka sendiri menjaga kesehatan.

Ketika mereka tak pernah berhasil menembus prestasi, mereka berkata:
“Tuhan memang menakdirkan saya begini. Jadi saya harus menysukuri pemberian Tuhan ini apa adanya”
Walaupun penyebabnya adalah karena mereka malas dan gagal berusaha.

Ketika mereka kalah berhasil dari orang lain, mereka berkata:
“Ah … dia itu sedang dibiarkan lupa diri oleh Tuhan dengan segala keberhasilannya.”
Walaupun diam-diam sebenarnya mereka cemburu kenapa dia juga tidak berhasil.

Ketika mereka ditimpa bencana, mereka berkata:
“Marilah kita berdo’a”. Bukan berusaha mengatasinya secara alamiah denagn Ilmu Pengetahuan.

Ketika mereka begini begitu..
Mereka selalu melemparkannya pada Tuhan.
Mereka tidak mau mengakui karena dirinya sendiri.
Alasan mereka itulah bukti bahwa mereka menyembah Tuhan,
Alasan mereka itulah bukti kepercayaan dan kecintaannya pada Tuhan.

Kenapa mereka tidak mau dewasa mengakui bahwa semua itu adalah hasil dari perbuatan mereka sendiri?

Kenapa mereka buta bahwa mereka sedang menyembah ego mereka sendiri yang mereka beri nama dengan Tuhan?



Postingan yang Bersenggama



Comments
2 Comments

2 komentar :

  1. Tuhan itu memang sesuatu yang imajiner, dan tidak bisa dibuktikan keadaannya. Tetapi kadang kita membutuhkan sesuatu obyek khayalan untuk keperluan hidup kita.

    Mungkin tulisan saya bisa membantu:
    Bilangan i, Cinta dan Tuhan

    BalasHapus
  2. Trims mas breow.....segera meluncur....

    BalasHapus

Silahkan tulis komentar atau sumpah serapah anda disini.
Belum tahu cara berkomentar? klik saja DISINI