Omong Kosong Tuhan Tentang Takdir

Nazie Anaz | 09.06 |
Sebelumnya saya mengira bahwa apa yang telah terjadi terhadap diri saya itu semua adalah takdir yang telah di gariskan oleh Tuhan. Bahwa ada sesuatu yang saya tidak bisa dan berhak untuk menentukanya, yaitu : rejeki, jodoh, nasib, dan maut, kesemuanya itu telah di takdirkan oleh Tuhan. Singkatnya bahwa Tuhan telah membuat grand desain atau blue print antuk saya sebelum terlahir di bumi.



Saat saya telah berusaha kesana kemari untuk mendapatkan uang yang banyak untuk memenuhi kebutuhan saya, namun hasil yang saya terima ternyata tidak sesuai dengan harapan, akhirnya saya menyimpulkan, "memang cuma segini lah jatah saya dari Tuhan".

Ketika teman-teman dan orang-orang di sekitar saya bertanya kepada saya "hey, Naz kapan nikah.? Jangan diam saja, cepat buruan cari pacar sana, terus nikah, keburu umur sudah tua loh". Saya pun dengan tenang menjawab, "nggak perlu dicari-cari nanti Tuhan akan kirimkan sendiri jodoh buat saya".


Saat melihat tetangga saya yang tadinya biasa-biasa saja, namun setelah dia giat mengasah kemampuanya dan berusaha keras yang akhirnya sekarang menjadi orang kaya dan sukses, saya pun berpendapat, "beruntung sekali orang itu, karena Tuhan telah memberikan nasib baik padanya".

Dan lagi, ketika saya mendengar berita ada seorang anak muda yang gara-gara patah hati karena cowoknya selingkuh dengan cewek lain akhirnya dia bunuh diri dengan cara meminum racun. Saya pun menanggapi, "Tuhan sudah menggariskan umurnya hanya sampai segitu"


Apakah semua itu yang disebut dengan takdir Tuhan? Apakah itu tidak sama artinya bahwa takdir Tuhan itu adalah batas ketidak tahuan saya? Batas ketidak berdayaan saya? Atau batas kemalasan saya? Ketika sesuatu sudah tidak mampu saya pahami maka itu saya anggap takdir. Ketika segala sesuau tidak bisa saya raih maka itu juga saya anggap sebagai takdir.

Dalam khotbah-khotbah agama yang saya ikuti pun selalu disebutkan bahwa "Tuhan tidak akan merubah keadaan suatu kaum, sehingga kaum tersebut mau merubah keadaanya". Ketika saya miskin dan saya tidak mau berusaha untuk menjadi kaya, apakah itu berarti "takdir saya miskin".? Akan tetapi ketika saya mau berusaha dan akhirnya bisa menjadi kaya, apakah itu berarti "takdir saya kaya".? Lalu takdir saya yang sebenarnya itu yang mana.? apakah ketika "takdir saya miskin" yang sebelumnya, sudah diralat Tuhan dengan "takdir saya kaya".? Kalau begitu kok Tuhan plin-plan dan mencla-mencle dengan takdir saya.?


Kalau toh akhirnya semua itu tergantung saya sendiri yang menentukan untuk mau merubahnya atau tidak, mengapa itu harus disebut dengan takdir dari Tuhan.?


Tapi ya sudahlah. Itu semua adalah pemahaman saya dulu ketika saya masih beriman. Tapi sekarang sejak saya sudah tobat dan kembali ke jalan yang sesat, maka saya jungkir balikan semua yang saya yakini tersebut. Bahwa semua itu adalah omong kosong Tuhan tentang takdir manusia.


Postingan yang Bersenggama



Comments
4 Comments

4 komentar :

  1. jadi, kamu sekarang udah jadi orang kaya ??

    BalasHapus
  2. Saya bukan orang kaya mas brow....
    trims udah mampir disini....

    BalasHapus
  3. rejeki, jodoh,maut dan beroleh baik dan beroleh buruk, ini di sebut takdir krena yg jamin itu smua adlh yg menciptakn bersangkutan. Sama sperti tentara di kirim ke Papua utk keamanan,pasti perihal makan,gaji,biaya anak-istri yg di tinggal,kendaraan,pakaian,sudh di jamin sm si jendral pengirim. Tapi klw si tentara ini tdk selaras dgn apa yg di kehendaki sang Jendral, itu tentara di tarik atw di ganti dgn kesatuan yg lain. Begitu juga hyumen di kirim ke dunia dgn stu tujuan dan klw tdk sejalan dgn yg dikehendaki sang pengirim, itu hyumen akan di tarik (di tenggelamkan ke bumi)atw di gantikn dgn hyumen yg lain lewat genocide dll. Insya Alloh laahaula..dst.

    BalasHapus
  4. pemahaman dari apa yang di alami...teruslah menggali arti hidup dan kehidupan lalu diskusikan.thank's

    BalasHapus

Silahkan tulis komentar atau sumpah serapah anda disini.
Belum tahu cara berkomentar? klik saja DISINI